Harga Buku Sewaktu-waktu Bisa Berubah...
Ajaran Umum Hukum Perjanjian dan Penerapannya di Bidang Kenotariatan /CRA : Mitra Ahmad

Ajaran Umum Hukum Perjanjian dan Penerapannya di Bidang Kenotariatan /CRA

Penerbit : Citra Aditya Bakti
Penulis : Herlien Budiono, Dr. SH
Tahun Terbit : 2009
Kertas & Halaman : 248 Halaman
Ukuran Buku : Soft Cover
Kategori : Hukum / Kriminal
ISBN : 978-979-414-979-9
Harga : Rp 38,000
25%   
Rp 28,500
Share
|

Berat: ... gram.

Daftar Isi :
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I FAKTA HUKUM
BAB II UNSUR-UNSUR PERJANJIAN
A. KATA SEPAKAT DARI DUA PIHAK ATAU LEBIH
B. KATA SEPAKAT YANG TERCAPAI HARUS BERGANTUNG PADA PARA PIHAK
C. KEINGINAN ATAU TUJUAN PARA PIHAK UNTUK TIMBULNYA AKIBAT HUKUM
D. AKIBAT HUKUM UNTUK KEPENTINGAN PIHAK YANG SATU DAN ATAS BEBAN YANG LAIN ATAU TIMBAL BALIK
E. DIBUAT DENGAN MENGINDAHKAN KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN

BAB III JENIS PERJANJIAN BERDASAR PADA SIFAT DAN AKIBAT HUKUMNYA
A. PERJANJIAN DI BIDANG HUKUM KELUARGA (FAMILIERECHTELIJKE OVEREENKOMST)
B. PERJANJIAN KEBENDAAN (ZAKELIJKE OVEREENKOMST)
C. PERJANJIAN OBLIGATOIR (OBLIGATOIRE OVEREENKOMST)
D. PERJANJIAN MENGENAI PEMBUKTIAN (PROCESRECHTELIJKE OVEREENKOMST, BEWIJS OVEREENKOMST)
E. PERJANJIAN BERSIFAT KEPUBLIKAN (PUBLIEKRECHTELIJKE OVEREENKOMST)

BAB IV ASAS-ASAS PERJANJIAN
A. ASAS KONSENSUALISME (CONSENSUALISME)
B. ASAS KEKUATAN MENGIKAT (VERBINDENDEKRACHT DER OVEREENKOMST)
C. KEBEBASAN BERKONTRAK (CONTRACTSVRIJHEID)
D. KESEIMBANGAN (EVENWICHTSBEGINSEL)

BAB V PEMBAGIAN PERJANJIAN OBLIGATOIR
A. PERJANJIAN BERNAMA DAN PERJANJIAN TIDAK BERNAMA
B. PERRJANJIAN CAMPURAN
C. PERJANJIAN KONSENSUIL, RIIL, DAN FORMIL
1. Perjanjian Konsenuil
2. Perjanjian Riil
a. Perjanjian penitipan barang (bewaargeving)
b. Perjanjian pinjam pakai (bruikleen)
c. Perjanjian pinjam-meminjam (verbrleen)
d. Pemberian hadiah benda bergerak tubuh atau surat tagih atas tunjuk (giftvan hand tot hand van onroerende goederen of van schurderingen aan toonder)
3. Perjanjian Formil
a. Akibat pelanggaran bentuk pada perjanjian formil
b. Interpretasi yang keliru
c. Pasal 84 UUJN
D. PERJANJIAN TIMBAL BALIK DAN PERJANJIAN SEPIHAK
1. Perjanjian Timbal Balik
2. Perjanjian Sepihak
E. PERJANJIAN CUMA-CUMA DAN PERJANJIAN ATAS BEBAN
F. PERJANJIAN DENGAN IMBALAN/PENGGANTIAN (COMMUTATIEF ATAU VERGELDENDE OVEREENKOMST DAN PERJANJIAN UNTUNG-UNTUNGAN (KANSOVEREENKOMST)
G. PERJANJIAN POKOK DAN PERJANJIAN BANTUAN

BAB VI BAGIAN DARI PERJANJIAN
A. BAGIAN ESSENTIALIA
B. BAGIAN NATURALIA
C. BAGIAN ACCIDENTALIA

BAB VII SYARAT SAHNYA PERJANJIAN
A. SEPAKAT MEREKA YANG MENGIKATKANNYA
1. Pengertian Sepakat
2. Teori Kehendak (Wilstheorie)
3. Teori Pernyataan (Verklaringstheorie)
4. Teori Kepercayaan (Vertrouwenstheorie)
B. PERNYATAAN TIDAK DIINGINKAN
1. Vis Absoluta
2. Gangguan Kejiwaan
3. Terlepas Bicara atau Salah Menulis
4. Keliru dalam Menyampaikan Berita
5. Menandatangani Suatu Surat/Akta yang Tidak Dimengerti/diketahui Isinya
C. PERNYATAAN DIKEHENDAKI, TETAPI TIDAK DALAM ARTI YANG DIMAKSUDKAN PIHAK LAWAN
1. Pernyataan Tidak Cukup Jelas atau Disalahartikan
2. Pernyataan Diterima oleh Orang yang Berbeda dari yang Dituju
D. PERNYATAAN SESUAI DENGAN YANG DIMAKSUDKAN, TETAPI TIDAK MENGINGINKANAKIBAT HUKUMNYA
1. Maksud yang Ditahan (Reservatio Mentalis)
2. Senda-Gurau yang Tidak Diketahui Pihak Lawan
3. Perbuatan Pura-Pura (Simulasi)
a. Kerugian
b. Jenis perjanjian simulasi
c. Akibat perjanjian simulasi
d. Perjanjian simulasi dan penyelundupan hukum
E. TERJADINYA KATA SEPAKAT
F. SAAT TERCAPAINYA KATA SEPAKAT
G. TEMPAT TERBENTUKNYA PERJANJIAN
H. CACAT PADA KEHENDAK (WILSGEBREKEN)
1. Ancaman (Bedreiging, Dwang)
2. Kekeliruan/Kesesatan (Dwaling)
3. Penipuan (Bedrog)
4. Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik van Omstandigheden)
I. KECAKAPAN UNTUK MELAKUKAN TINDAKAN HUKUM
1. Cakap Bertindak
2. Perwalian
3. Ketidakcakapan dan Ketidakwenangan
4. Tidak Cakap dan Tidak Mampu Secara Faktual
J. SUATU HAL TERTENTU
1. Objek Perjanjian
2. Barang yang Baru akan Ada
K. SUATU SEBAB YANG HALAL
1. Latar Belakang Ajaran Kausa
2. Tujuan dan Motif
3. Kausa yang Halal dan Muatan Isi Kontrak
a. Melanggar undang-undang
b. Melanggar kesusilaan yang baik
c. Bertentangan dengan ketertiban umum

BAB VIII PENAFSIRAN PERJANJIAN
A. PASAL 1342-1343 KUHPERD
B. PENAFSIRAN PERJANJIAN DAN PENAMBAHAN ISI PERJANJIAN
C. PASAL 1345-1351 KUHPERD
D. WEWENANG HAKIM
E. PENDAPAT ASSER-RUTTEN/HARTKAMP MENURUT BW NED 1992

BAB IX PENAMBAHAN ISI PERJANJIAN
A. SUMBER HUKUM SELAIN UNDANG-UNDANG
B. KEBIASAAN SEBAGAI SUMBER HUKUM
C. IKTIKAD BAIK
D. LAHIRNYA KEBIASAAN SEBAGAI SUMBER HUKUM
E. BENTUK KEBIASAAN
F. PENENTUAN BERLAKUNYA KEBIASAAN
G. KEADAAN YANG TIDAK TERDUGA

BAB X DAYA KERJA SUATU PERJANJIAN
A. PARA PIHAK, PIHAK KETIGA, PARA AHLI WARIS, DAN MEREKA YANG MEMPEROLEH HAK DARIPADANYA 145
1. Para Pihak
2. Pihak Ketiga
3. Para Ahli Waris dan Mereka yang Memperoleh Hak daripadanya
B. TERIKATNYA PIHAK KETIGA
C. HAK DAN KEWAJIBAN SERTA BEDING YANG BERSIFAT KUALITATIF
D. BEDING BERANTAI
E. PERJANJIAN GARANSI
F. JANJI UNTUK KEPENTINGAN PIHAK KETIGA (HET DERDENBEDING)

BAB XII ACTIO PAULIANA

BAB XII BEBERAPA SEBAB HAPUSNYA PERIKATAN DAN CESSIE
A. PEMBAYARAN
1. Pengertian Pembayaran
2. Siapa yang Melakukan Pembayaran?
3. Pembayaran kepada Siapa?
B. SUBROGASI
1. Subrogasi karena Perjanjian
2. Subrogasi karena Undang-Undang
C. NOVASI ATAU PEMBARUAN UTANG
1. Novasi Subjektif
a. Novasi subjektif pasif-Pasal 1413 ayat (2) KUHPerd
b. Novasi subjektif aktif-Pasal 1413 ayat (3) KUHPerd
2. Novasi Objektif
3. Akibat dari Novasi
D. CESSIE
1. Hakikat Cessie
2. Larangan Pengalihan Hak Tagih
3. Syarat untuk Sahnya Cessie
4. Perbedaan Akta pada Cessie dan pada Gadai atas Hak Tagih
5. Ketentuan dalam Akta Cessie
6. Cessie atas Hak Tagih yang akan Ada
E. SYARAT BATAL PADA PERJANJIAN TIMBAL BALIK
1. Pasal 1266 dan 1267 KUHPerd
2. Kejadian di Luar Kekuasaan (Overmacht)
3. Dasar Hukum Batalnya Perjanjian
4. Exceptio Non Adimpleti Contractus
F. PEMBATALAN
G. SYARAT-SYARAT UNTUK BERHASILNYA TUNTUTAN PEMBATALAN
1. Perjanjian Timbal Balik
2. Wan Prestasi yang Dilakukan olehPihak Lawan
3. Perantaraan Pengadilan
H. AKIBAT PEMBATALAN
1. Berlaku Surut (Ex Tunc)
2. Pembatalan Sebagian
3. Pengesahan/Penetapan dan Penguatan

BAB XIII HAK KREDITOR TERHADAP DEBITOR YANG TIDAK MELAKUKAN KEWAJIBANNYA
A. MEMENUHI KEWAJIBAN
B. EKSEKUSI RIIL

DAFTAR PUSTAKA
INDEX

Apabila tidak menemukan semua jenis buku yang Anda cari, dapat ditanyakan atau silahkan hubungi via:

email: mitraahmad_buku@yahoo.com

atau

SMS: 0812 24 80154 kami akan membantu Anda.

Komentar Pembaca
Tuliskan Komentar anda disini
Nama*
Email* (email tidak ditampilkan)
Komentar*
(Masukan 3 huruf atau angka berwarna hitam pada kotak di bawah)
captcha image